Menurut Kantor Berita ABNA, Seperti dilaporkan kantor berita IRIB, Erdogan dalam sebuah pernyataan, Rabu (22/7/2020) menambahkan, "Kami membuat kemajuan besar di jalur politik dan ekonomi, dan kami tidak membutuhkan wilayah dan sumber daya negara lain."
Turki, lanjutnya, sebagai sebuah negara kuat akan melawan semua konspirasi. Lewat referendum, kami telah menjadi pemerintahan presidensial yang dapat diterima.
Erdogan juga menyebut alasan mengubah museum Hagia Sophia menjadi masjid karena permintaan rakyat Turki.
Sebelumnya, Sekjen Liga Arab Ahmed Aboul Gheit dalam wawancara dengan media Asharq al-Awsat, menuding Turki mencampuri urusan internal Suriah, Libya, dan Irak.
"Ankara dengan mengincar kekayaan negara-negara Arab, telah mengancam keamanan mereka," pungkasnya. (RM)
342/